Liburan Alami,sejenak hilangkan penat & beban fikiran.

Suasana Pengamen Bis Kota

Suasana Pengamen Bis Kota

Secara tidak disengaja,saat ingin pulang menuju Bekasi saya mendapatkan perasanaan yang nyaman,damai,dan sedikit mengobati rasa penat di fikiran saya setelah bekerja selama 5-6 hari.Perasaan itu saya dapat ketika beranjak naik ke dalam bus kota yang akan menghantarkan saya pulang,ke tempat tinggal orang tua saya.Saat di dalam Bus Kota saya mengambil kursi yang paling pojok agar dapat bersandar ketika lelah benar-benar terasa,ketika bus mulai berjalan sang musisi jalanan pun mulai beraksi dengan lagu-lagu yang mereka bawakan,tentunya dengan lagu dan musik yang mereka aransemen sendiri.Yang saya dengar dari musik dan lagu yang mereka bawakan begitu alami,mereka bernyanyi dengan keahlian dan gaya mereka sendiri,tanpa meniru artis-artis pencipta lagu tersebut.Dengan gitar usam dan gendang yang terbuat dari sepotong pralon mereka bernyanyi tanpa peduli apa yang ada di dalam fikiran orang tentang suara mereka dan tentang irama yang mereka bawakan.Mereka hanya berharap untuk dapat menghibur penumpang dan mendapatkan sisa uang receh dari kami.Harapan mereka sungguh tidak muluk,mengingat keadaan mereka yang demikian kurang beruntung ketimbang para penumpang yang duduk terlelah setelah bekerja.Mungkin karena keikhlasan yang mereka bawakan beserta lagu dengan musik yang sederhana,sehingga mereka menciptakan irama yang alami dan penuh kedamaian.Tidak terasa saya terhanyut kedalam irama yang mereka bawakan.Saya juga dapat merasakan bakat mereka sebagai musisi itu benar-benar ada.Sayangnya belum ada seorang bijaksana yang membagi keberuntungannya kepada mereka.Namun seakan mereka tidak begitu memimpikan hal demikian yang dapat langsung menaikan derajat mereka.Kembali lagi,saat-saat ini bukan keajaiban fana yang mereka inginkan hadir di atas telapak tangan mereka,melainkan sisa uang receh yang di berikan oleh para penumpang.Seperti pesan yang selalu mereka katakan dan do’a seusai melantunkan lagu,agar kita selalu berhati-hati,selamat sampai tujuan dan kadang mereka berkata “semoga bapak/ibu memperoleh rizki yang lebih banyak”.Dan menurut saya mereka berhak untuk mendapatkan lebih dari sekedar uang receh,karena suasana irama,pesan,dan doa yang mereka khususkan bagi para penumpang.Itulah nilai lebih yang harus kami pertimbangkan untuk memberikan yang lebih dari sekedar sisa uang receh.

Dari pengalaman tersebut saya banyak berfikir untuk terus berintropeksi diri dan lebih menghargai karya-karya dan jasa orang lain tanpa pandang bulu.Dari sana pula suasana hati dan rasa penat yang ada dalam fikiran saya,yang semula mengganggu saya sedikit terobati oleh suasana irama yang mereka bawakan.

Itulah sedikit cara saya (yang mungkin secara tidak senganja memang harus saya temui saat di bus kota) untuk menghilangkan rasa penat,bosan,dan jenuh setelah lelah bekerja.Mungkin cara ini cocok untuk anda,atau anda memiliki cara lain?Jika berkenan,silahkan share melalui commen blog ini.Trims regards